Kolaborasi AKPAR Denpasar, ITB STIKOM Bali, LPBA, dan GPIB Maranatha Denpasar Gelar Pelatihan Kreasi Bolu untuk Pemberdayaan Perempuan
Denpasar, 6 Juni 2026 – Akademi Pariwisata (AKPAR) Denpasar bersama ITB STIKOM Bali, Pelkat PKP GPIB Maranatha Denpasar, dan Lembaga Pendidikan Bali Asia (LPBA) Denpasar menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Diakonia Reformatif: Peningkatan Keterampilan Memasak Kreasi Bolu dan Peningkatan Potensi Pemasaran Produk Persekutuan Kaum Perempuan GPIB Maranatha Denpasar” pada Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Akademi Pariwisata Denpasar ini bertujuan meningkatkan keterampilan pengolahan produk pastry sekaligus membuka peluang usaha bagi kaum perempuan dalam mendukung perekonomian keluarga.
Kegiatan PkM ini merupakan kolaborasi antara AKPAR Denpasar, ITB STIKOM Bali, Pelkat PKP GPIB Maranatha Denpasar, dan LPBA Denpasar sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat. Sebanyak 28 peserta yang merupakan anggota Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB Maranatha Denpasar mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan antusias. Peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mengikuti praktik pembuatan kreasi “Bolu Jadul” mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, hingga tahap plating dan topping.
Tim PkM dipimpin oleh Dr. Dian Rahmani Putri, M.Hum. selaku Ketua Tim sekaligus Direktur LPBA Denpasar, dengan anggota dosen dari ITB STIKOM Bali yaitu Ni Nyoman Wulan Antari, S.E., M.M., Ni Putu Dilia Dewi, S.Pd., M.Hum., Sindyawati Rari Duli Goran Tokan, S.E., M.M., Ida Ayu Maharani, S.S., M.Hum., dan Ni Putu Linda Santiari, S.Kom., M.Kom. Sementara dari AKPAR Denpasar turut terlibat Fransiska Fila Hidayana, S.ST.Par., M.Par., Putu Widya Darmayanti, S.Par., M.Par., Eka Anastasia Wijaya, S.Pd., M.Pd., Ni Putu Sri Utami, S.S., M.Hum., Ni Ketut Sutrisnawati, S.ST.Par., M.Par., serta Chef Ni Made Muniti sebagai instruktur pelatihan.
Dalam sambutannya, Dr. Dian Rahmani Putri, M.Hum. menyampaikan bahwa kegiatan ini mengusung konsep diakonia reformatif, yaitu pelayanan yang bertujuan membantu dan memberdayakan keluarga serta gereja melalui peningkatan keterampilan mengolah makanan. Menurutnya, pelatihan kreasi bolu ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang bermanfaat bagi para peserta dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai peluang usaha.
Perwakilan PHMJ GPIB Maranatha Denpasar, Nilawati Lolaen, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja PKP Maranatha Denpasar Berdaya Tahun Anggaran 2026/2027. Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas perempuan dan ibu rumah tangga agar mampu membantu perekonomian keluarga sekaligus menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Direktur Akademi Pariwisata Denpasar, Dr. I Gede Astawa, S.Pd., M.Hum., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan mitra masyarakat. Beliau juga mengapresiasi keterlibatan Chef Ni Made Muniti yang telah tersertifikasi di bidang pastry & bakery sebagai praktisi yang membimbing peserta secara langsung. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan menghasilkan luaran akademik berupa laporan dan publikasi PkM yang dapat memperkuat kontribusi dosen dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian profil singkat Chef Ni Made Muniti serta sesi foto bersama. Seluruh peserta kemudian menuju laboratorium pastry untuk mengikuti praktik pengolahan bolu. Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pembuatan produk, mulai dari pengukuran bahan, teknik pencampuran, proses pemanggangan, hingga dekorasi produk akhir.
Usai makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari masing-masing kelompok peserta serta pengundian door prize yang dipandu oleh Tim PKP GBIB Maranatha. Sebelum penutupan, Chef Ni Made Muniti memberikan penilaian dan evaluasi terhadap hasil kreasi bolu dari setiap kelompok, sekaligus memberikan masukan terkait kualitas produk dan peluang pengembangannya menjadi produk bernilai jual.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Tim PkM. Secara keseluruhan, pelatihan berlangsung lancar dari awal hingga akhir serta mendapat respons positif dari seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dalam menghasilkan kreasi bolu yang berkualitas, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai potensi pemasaran produk yang dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan. Diharapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga, gereja, dan masyarakat serta menjadi langkah awal dalam meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan melalui kewirausahaan berbasis keterampilan kuliner.
(FFH)
