PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMASAK KUE NASTAR DAN PENINGKATAN POTENSI PEMASARAN PRODUK, BERSAMA KADER PKK BANJAR PEKEN, KELURAHAN RENON
Denpasar, Sabtu, 4 Juli 2026 – Akademi Pariwisata (AKPAR) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Keterampilan Memasak Kue Nastar dan Peningkatan Potensi Pemasaran Produk Bersama Kader PKK Banjar Peken, Kelurahan Renon Denpasar”, yang berlangsung di lingkungan Akademi Pariwisata Denpasar.
Kegiatan PkM ini merupakan kolaborasi antara AKPAR Denpasar dan Banjar Peken Kelurahan Renon, Denpasar, yang diikuti oleh 20 peserta yang tergabung dalam kader PKK Banjar Peken. Sekitar 80% pesertanya ibu-ibu dan 20% peserta dari kalangan generasi muda. Berikut nama-nama peserta pelatihan: A.A. Ayu Diah Kurniawati, Ni Putu Trisna Dewi, Komang Trisna Pradnya Dewi, Putu Devy Nirmala Merthaningsih, Luh Gde Ary Widayani, Ni Wayan Priyatni, Ni Nyoman Sulastri, Ni Nyoman Semiati, Ni Nyoman Sinar Sari, Arjani Pande, Ni Ketut Budayanti, I Gusti A. Sri Diara Prasanti, Ni Komang Anggreni, Ni Wayan Eka Apriani, Ni Luh Mas Indriyani, Ni Luh Putu Puspita. A, Ni Kadek Sarutami, Ni Made Fani Susanti, Ni Luh Suarsini, dan Ni Made Suwandri.
Acara pelatihan dan keterampilan ini dipandu oleh MC, Dr. I Gusti Made Dharma Hartawan, S.E., M.M. Selanjutnya, Bapak Nengah Muter, selaku Kepala Lingkungan Banjar Peken Keluruhan Renon, mengatakan kegiatan pelatihan pembuatan kue nastar sangat penting untuk meningkatkan keterampilan para kader PKK di lingkungan yang beliau pimpin. Sementara itu, Bapak I Wayan Wirawan, S.Sos., M.AP., selaku ketua tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) melaporkan bahwa pelaksanaan kegiatan Pkm adalah satu dari tiga bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan di setiap semesternya. Pernyataan ini kembali dipertegas oleh Dr. I Gede Astawa,S.Pd., M.Hum., selaku Direktur AKPAR Denpasar sekaligus membuka kegiatan pelatihan dan keterampilan ini, yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata, Bapak Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si., dan tim PkM lainnya seperti Bapak I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd., Made Bayu Sucantra, S.H., M.Tr.Par., dan I Ketut Ardiasa, S,Pd., M.Par.
Instruktur pelatihan pembuatan kue nastar kali ini di bawah naungan Chef Ni Made Muniti. Beliau sangat detail menerangkan bagaimana input, proses, dan output dari pembuatan kue nastar. Rekam jejak beliau sebagai chef dimulai dari tahun 1990 hingga kini, dengan berbagai pengalaman organisasi, seperti Indonesian Pastry Alliance (IPA Bali), Bali Chef Community (BCC), Bali Pastry College (BPC), dan PT. Bali Cipta Anugrah (BCA).
Setelah sesi pembukaan, dan penyampaian profil singkat Chef Ni Made Muniti serta sesi foto bersama, peserta pelatihan kemudian menuju laboratorium pastry untuk mengikuti praktik pembuatan kue nastar. Selama pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam mengikuti setiap tahapan pembuatan kue nastar, mulai dari pengukuran bahan, teknik pencampuran, proses pemanggangan, hingga kemasan produk akhir.
Usai makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian penilaian hasil pembuatan kue nastar yang dibagi ke dalam 4 kelompok. Ibu Ni Made Muniti menekankan, kue nastar yang bagus dan enak, terletak pada bahan yang digunakan, tahap pengolesan telor, dan pemanggangan di oven harus diperhatikan. Kelompok nomor 4 menjadi pemenang dengan hasil yang sangat memuaskan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditutup oleh Ketua Tim PkM, Bapak I Wayan Wirawan, S.Sos., M.AP. Secara keseluruhan, pelatihan berlangsung lancar dari awal hingga akhir dan mendapat respons positif dari seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan dalam menghasilkan kue nastar, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai potensi pemasaran kue nastar yang sangat laku di pasaran, terutama menjelang hari besar keagamaan.

